Lika liku PKM

Ya mungkin sudah lama sekali vakum dari nulis dan sekarang baru mulai nulis lagi ya. Mulai lagi dari PKM, ya, apa itu PKM? PKM merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa yang mana dicanangkan oleh DIKTI. Nah, kali ini aku merencanakan 5 judul pkm, yaitu PKM-M(Pengabdian Masyarakat) ada 2, PKM-K(Kewirausahaan) ada 1. PKM-P(Penelitian) ada 1, PKM-T(Teknologi) ada 1, tapi entah mengapa karena mungkin deadline nya deket banget sama ujian, jadi akhirnya yang jadi masuk cuma…….2 duaa hahah, yaitu PKM-M tentang Permainan Tradisional dan PKM-K tentang yogurt.

Nah mau cerita nih perjalanan PKM-PKM yang jadi diajuin tersebut, Pertama dari PKM-K yang isinya tentang kita mau jualan yogurt tapi di desaign sedemikian rupa sehingga nantinya diharapkan bakal laku keras haha. Di PKM ini aku satu kelompok dengan mas Andi sang leader Medical Science Club, Harumi, dan 2 anak 2012. Mungkin aku agak sangat gabut ya, masih ngurusin MAW tapi tiba-tiba proposal udah jadi sekalian dimasukin ke DIRMAWA lagi hehehe :p.

Untuk yang PKM kedua, yaitu PKM-M aku sekelompok sama Ali sang calon Mas’ul, Ade Chun, Toro, sama mas Faris, mungkin dari sekian anggota kelompok, Ali lah yang paling semangat menggarap ide ini, dia yang ngonsep, ngoordinasi, dll. Nah disini mungkin malah aku merasa gak gabut hehe, soalnya yang survey2 tempat. Nah di PKM-M ini kita ingin untuk memberikan inovasi kepada para perajin mainan anak-anak tradisional yang notabene penggarapnya sudah lansia dan belum ada penerusnya.

Singkat Cerita di Dukuh Pandes, Ali entah dari mana dia mendapat tempat disini, kemudian aku dan mas Fariz janjian untuk survey keadaan tempat ini untuk pertama kalinya. Setelah sempat agak bingung mencari TKP nya, akhirnya kita sampai juga di Dukuh Pandes, kita langusng menanyakan dimana rumah bapak dukuhnya. Di Dukuh ini jumlah pengrajin nya tidak lebih dari 8 orang, dan ternyata semua dari pengrajin tersebut merupakan lansia. Jadi disana ada beberapa pengrajin yang langsung dijual sendiri barangnya dan ada juga yang hanya mengambil barang dari pengrajin, lalu beliau menjualnya.

Menurut cerita dari pak Dukuh, Jadi dulu sebelum mainan dari plastik banyak beredar di pasaran, mainan kayu seperti otok-otok, kitiran, dll sangat populer di kalangan anak-anak desa, dan pengrajin nya pada jaman dulu sangatlah banyak, berbeda dengan sekarang, hampir tidak ada anak2 sekitar yang memainkan permainan tersebut.

Kemudian setelah dari bapak dukuh, saya menuju rumah mbah Kati, beliau merupakan salah satu pegedar mainan tradisional tersebut. Dulu mbah Kati sebenarnya juga seorang perajin mainan tradisional anak-anak, tapi karena suami beliau sudah tidak ada serta seiring dengan bertambahnya umur, maka beliau memutuskan untuk hanya mengambil barang dari perajin lain lalu menjualnya. Dulu kata beliau pesanan bisa sampai sang perajin kewalahan memnuhi pasokan, tapi sekarang jaman sudah beda, sangat turun, berbeda jauh dari jaman dulu.

 

Menurut saya hal ini merupakan fenomena yang wajar di tengan era globalisasi dan jaman serba canggih seperti ini, tetapi mainan-mainan tradisional tersebut juga jangna sampai hilang termakan oleh jama, karena walaupun begitu, mainan tradisional juga  merupakan warisan bangsa yang harus dilestarikan.

Dengan pengkaderan terhadap tuna karya dan dengan peningkatan kualitas serta dengan inovasi pemasaran yang efektif, bukan sekedar mimpi kita masih bisa melihat 10 tahun yang akan datang anak-anak kita masih bisa bermainan mainan tradisional seperti ini.

One thought on “Lika liku PKM

  1. anonim says:

    hmmmm…koreksi: proposal PKM kewirusahaan ttg permainan tradisional tidak jadi dikirim. Saat itu akibat sama-sama sibuk mengurusi PKM dengan kelompok yang lain, dan konten yang belum jadi padahal sudah sangat mendekati deadline, akhirnya proposal aku urungkan untuk aku kirimkan, maaf yaa..
    Sekarang, aku sedikit kecewa, jika saja aku memilki semangat sedikit lebih saat itu, mungkin nanti aku bisa membantu ibu-ibu renta tersebut untuk menjalani hidup lebih baik dan memajukan usahanya, selain melestarikan budaya asli kita juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: